Langsung ke konten utama

Postingan

Tarawih: Ritual Sosial Memproduksi Solidaritas

Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Suatu malam pertengahan Ramadhan, saya datang ke masjid sedikit terlambat. Saf sudah hampir penuh. Saya berdiri di barisan paling belakang, di antara seorang anak kecil yang masih mengenakan peci kebesaran dan seorang lelaki tua yang tongkatnya disandarkan di dinding. Kami bertiga tidak saling mengenal. Ketika imam memulai bacaan, anak kecil di samping saya beberapa kali menguap dan hampir kehilangan keseimbangan. Sesekali ia melihat ke arah ayahnya di saf depan.  Di sisi lain, lelaki tua itu berdiri dengan napas yang terdengar berat, tetapi tetap tegak setiap kali takbir berpindah ke gerakan berikutnya. Pada rakaat-rakaat terakhir, saya melihat tangan tuanya sedikit bergetar ketika mengangkatnya untuk berdoa. Tidak ada percakapan di antara kami. Tidak ada perkenalan. Namun ketika imam membaca doa qunut witir dan suara “amin” menggema panjang, saya merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan. Malam itu saya pulang dengan langkah yang berbeda. ...
Postingan terbaru

Ramadhan sebagai Ritual Komunikasi Kolektif

Hamdan eSA (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman)   Di sebuah perumahan kecil, setiap sore selama Ramadhan, seorang bapak pensiunan selalu duduk di teras rumahnya lima belas menit sebelum magrib. Ia tidak banyak berbicara. Di mejanya hanya segelas air dan beberapa butir kurma. Tetangganya melakukan hal yang sama di rumah masing-masing. Mereka tidak saling memberi aba-aba. Tidak ada pengumuman khusus. Namun setiap hari, pada waktu yang hampir sama, pintu-pintu rumah terbuka, kursi-kursi ditarik ke depan, dan wajah-wajah menoleh ke arah masjid di ujung jalan. Ketika adzan berkumandang, hampir serentak gelas-gelas terangkat. Tidak ada percakapan panjang. Tetapi dalam gerakan yang sama itu, mereka seperti sedang mengatakan sesuatu bersama, tanpa perlu saling menjelaskan. *** Dalam pandangan James W. Carey, komunikasi tidak selalu tentang pengiriman pesan dari pengirim ke penerima. Model transmisi yang menekankan informasi, efisiensi, dan akurasi, bukan satu-satunya cara memaham...

Tubuh Berbicara, Puasa dan Etika Kehadiran

  Hamdan eSA  (Dosen Ilmu Komunikasi Unasman) Seorang dosen dikenal tegas dan cepat berbicara saat di kelas. Ia jarang memberi jeda, penjelasannya mengalir seperti deret poin yang harus segera selesai. Saat Ramadhan, mahasiswanya merasakan sesuatu yang berbeda. Ia berbicara lebih pelan, memberi ruang tanya lebih panjang, bahkan beberapa kali tersenyum sebelum menjawab. Suatu hari seorang mahasiswa datang terlambat. Biasanya ia langsung menegur. Kali itu ia hanya berkata, “Silakan duduk. Lain kali lebih awal, ya”. Seusai kelas, seorang mahasiswa berbisik, “Bapak kelihatan lebih tenang bulan ini”. Mungkin bukan hanya kata-katanya yang berubah. Cara ia berdiri, menatap, dan memberi jeda, semuanya seperti sedang menyampaikan pesan tanpa suara. *** Puasa sering dipahami sebagai praktik menahan lapar dan dahaga. Ia ditempatkan dalam kerangka disiplin spiritual yang bersifat internal; hubungan antara manusia dan Tuhan. Namun jika kita melihat lebih jernih, puasa tidak berhenti pada w...

Ritme Ramadhan: Ketika Waktu Menjadi Bahasa

  Hamdan eSA   Seorang pegawai kantor pernah berkata bahwa ia baru benar-benar “mendengar” jam dinding saat Ramadhan. Pada bulan-bulan biasa, ia jarang memperhatikan waktu selain untuk rapat atau tenggat pekerjaan. Tetapi ketika berpuasa, terutama menjelang magrib, detik terasa lebih panjang. Ia beberapa kali melirik jam, bukan karena takut terlambat, melainkan karena menunggu satu momen yang sama setiap hari: adzan. Suatu sore, listrik di kantornya sempat padam. Jam digital mati. Ia merasa gelisah, seolah kehilangan pegangan. “Ternyata saya tidak hanya menunggu makanan,” katanya, “saya menunggu tanda.” Sejak itu ia sadar, selama Ramadhan, waktu bukan sekadar angka. Ia menjadi bahasa yang ia dengarkan dengan lebih peka. *** Pada bulan-bulan biasa, waktu berjalan tanpa banyak kita sadari. Pagi dimulai dengan tergesa, siang dipenuhi pekerjaan, malam ditutup dengan kelelahan. Jam hanya alat ukur produktivitas. Ia netral, datar, dan mekanis. Namun ketika Ramadhan datang, waktu ber...

Membaca Puasa sebagai Peristiwa Semiotika Komunikasi

  Oleh: Hamdan eSA Seorang manajer di perusahaan multinasional, bercerita tentang pengalaman Ramadhannya yang terasa berbeda. Ia terbiasa hidup dalam ritme cepat. Ada rapat daring sejak pagi, kopi yang nyaris tanpa jeda, makan siang bisnis, dan notifikasi yang tak pernah berhenti berbunyi. Dalam dunianya, waktu adalah produktivitas, dan produktivitas adalah harga diri. Hari pertama puasa tahun lalu, ia tetap menjalani ritme yang sama. Bedanya hanya satu: tidak ada kopi, tidak ada camilan, tidak ada makan siang. Menjelang pukul dua siang, ia mulai merasakan pusing ringan. Tangannya refleks membuka aplikasi online pesan-antar makanan. Lalu tiba-tiba terdiam. Ia tersenyum kecil. “Oh ya, saya sedang puasa,” gumamnya. Tetapi yang menarik bukan itu. Yang paling mengganggunya bukanlah rasa lapar, melainkan kesadaran baru tentang tubuhnya sendiri. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia benar-benar merasakan detak jantungnya saat lelah. Ia menyadari betapa sering ia makan bukan karen...

Mahasiswa KKN UNASMAN Luncurkan Digitalisasi Website Persuratan Desa Tapango

  Pose bersama Peserta, narasumber dan Mahasiswa KKN TAPANGO POLMAN~andankji.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) Angkatan XLI meluncurkan program unggulan berupa digitalisasi website persuratan Desa Tapango, Sabtu (31/1/2026) pukul 16.00 WITA, bertempat di Kantor Desa Tapango. Program ini dilaksanakan sebagai respon atas pesatnya perkembangan informasi teknologi yang menuntut tata kelola pemerintahan desa untuk bertransformasi menuju pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Program digitalisasi website persuratan Desa Tapango ini dikoordinatori oleh Muhammad Nahrun Ukasya, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi. Berbekal latar belakang keilmuannya, Nahrun berperan aktif mulai dari tahap perencanaan hingga perancangan sistem yang berfokus pada kebutuhan pengguna serta keinginan sistem di tingkat desa. Kegiatan ini juga menghadirkan Muslihan, S.Kom., M.Kom, sebagai narasumber yang memberikan pel...

Mahasiswa KKN Gelar Seminar dan Workshop “Membangun Desa Mandiri” Berbasis ZISWAF dan Edukasi Hak Anak

Pose Bersama Mahasiswa dan Peserta Seminar Polewali Mandar - andankji.com  ~   Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al-Asyariah Mandar melaksanakan seminar dan workshop anak dengan tema “Membangun Desa Mandiri melalui Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) serta Edukasi Hukum tentang Pernikahan Dini dan Hak Anak” di Desa Landi Kanusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis 29 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya anak dan remaja, mengenai pentingnya pengelolaan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf sebagai upaya mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi hukum tentang bahaya pernikahan dini serta pentingnya perlindungan hak-hak anak. Seminar dan workshop tersebut diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, orang tua, serta anak-anak dan remaja Desa Landi Kanusuang. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh peserta, terutama anak-an...