Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2008

BINTANG KECIL; SEPI

hamdan tuhan yang menyiapkan bijian mentari bulan dan bintang untuk memberi cahaya jika engkau izinkan sempatkan aku mengembarai sepi di belantara yang gila ini cukuplah aku sebiji bintang kecil yang mengedipkan sunyi pada gulitanya malam hadirnya tidak mengusik mentari bulan gemintang lainnya tapi secukup membantu benderangnya malam kata bintang kecil; “tidak semua kita harus menjadi mentari atau bulan” bintang kecil tak pernah menanggal lepas kedip kemuning dan senyum mungil sepinya atau menenteng bonceng pergi untuk sekedar mencicipi rasa cakrawala cahaya bintang kecil sepi tasyakur dan ikhlas dengan keadaannya; diselimut gelap dicibir kabut diejek mendung disambar petir dipadam siang dirayu bulan ia tetap bintang kecil kedip kemuning senyum mungil sepinya tak perlu risau ia akan selalu trima dan beri senyum dalam zikir kerlip bintang kecil sepi; hanya yang mendekatnya yang dapat melihatnya besar :seperti juga tuhan cahaya kemuliaan; tak terbatas ruang waktu yang berubah tak ada leb...

KASIHAN JUGA AKU

hamdan kasihan juga aku kepada senyum dimana ia menjadi ladang untuk menanam benih bahagia mengapa harus bebani senyum sepenuhnya dengan bahagia sedang ia juga dapat rekah di padang luka? kasihan juga aku kepada bahagia dimana ia menjadi ladang untuk menanam benih senyum mengapa harus bebani bahagia sepenuhnya dengan senyum sedang ia juga dapat rekah di padang duka? Makassar, 07 maret 2008

DONGI-DONGI MERPATI

Puisi Rismayani Kelas VII3 MTsN Mangempang Kab. Barru ditulis dalam bahasa bugis di Barru, Rabu 20 Februari 2008 engka dongi-dongi leppei pole saranna engka ana’-ana’ natikkengngi dongi-dongie naolliwi sibawanna nalao peddiriwi dongi-dongie nappa naleppessengi ri lalengnge dongi-dongi merpati maddarai ajena engka ana’-ana’ makessingnge natikkengngi natiwi lao bolana nappa naburai ajena pajani ajena nappa naleppesengi dongi-dongi merpati luttui mabela laoni siba punnana terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh hamdan, di Makassar, Minggu 24 Februari 2008 BURUNG MERPATI seekor merpati lepas dari sarang seorang anak menangkapnya pergi dengan mengajak teman, menyakiti sang merpati dilepas ia di jalan sang merpati kaki berdarah seorang anak berhati mulia menangkapnya ajak ke rumah mengobat luka kaki sembuh lalu dilepas sang merpati kini terbang jauh pergi bersama belai kasih alamnya

SENJA YANG LEWAT

Gambar
puisi hamdan mendung yang menutup senja slalu saja mengirim dingin lewat sepoian anginnya kau tau Alisa? aku benci suasana itu mendung yang menutup senja slalu saja mendesak malam ketika siang masih enggan berakhir kau tau Alisa? aku pernah tertipu olehnya mendung yang menutup senja slalu saja memaksa para unggas hentikan nyanyi merdunya padahal saat itu Alisa aku sedang menyiapkan musik iringan untuk mereka mendung yang menutup senja kali ini datang lagi di depanku menggelapkan lalu mengipas dedaun yang mestinya masih terlihat hijau dan jendela tertutup lebih awal kau tau Alisa? aku benci suasana itu karena gelisahku selalu muncul olehnya; "mendung yang menutup senja" makassar, 26 november 2007

SUARA

Oleh: Hamdan Mullah telah bersumpah untuk tidak meminjamkan keledainya kepada siapa pun. Ketika sore, seorang kawan datang ke rumahnya untuk meminjam keledainya. Mullah berkata keledainya tak ada di rumah. Tetapi saat itu pula keledai itu, yang diikat di belakang rumah, tiba-tiba mulai bersuara. "Katamu keledai itu tak ada di sini. Kalau begitu itu suara apa?" tanya si kawan. "Aku heran padamu," kata Mullah. "Setelah empat puluh tahun bersahabat, kamu masih tidak percaya perkataanku, dan bahkan kamu lebih mempercayai suara keledai." Di republik ini hanya ada satu hak yang wajib (bedakan dengan boleh) bagi warga negara untuk mendapatkannya. Sementara hak-hak lainnya masih saja terus dirampas, baik separuh-separuh atau sepenuhnya, sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. Hak yang wajib (dipaksakan) itu adalah hak suara. Dan tentunya hak tersebut hanya diberikan pada saat PEMILU, yang disuguhkan dengan sentuhan kata indah; wajib pilih. Hak suara dan wajib pili...

AKU BARU MENGERTI

segala puji Allah yang mengeluarkan bunyi dari getar tanpa memisahkan keduanya aku mengerti kasih ketika cahaya mentari mengedip mataku dari butiran embun selimut daun dia telah mengirimku pagi tuk belajar mengawali hari dengan basmalah gerak aku kemana mencari ruang sembunyi bahkan wajahmu menjadi ruang itu ruang-ruang yang menyatu tanpa batas ah… rekah senyummu menyekapku melampaui waktu aku kemana mencari ruang sembunyi bahkan wajahmu menjadi bunyi suara tanpa bunyi tanpa suara ah… indah tawamu sayap rupanya terbangkan aku lampaui jingga pagi aku mengerti mentari sebagai ungkapan salam tuk belajar mengawali hari dengan basmalah getar segala puji Allah yang menyusun getar tanpa bunyi seperti rasa tanpa dengar Makassar, 02 februari 2008

AHAI…

segala puji lagi maha suci Allah yang menguasai bunyi dan gerak ahai… tuhan rupanya sengaja membuat dunia dari kualita-kualita tak sempurna seperti bumi yang berselimut air kunang-kunang tak berarti tanpa malam dan kedip kemuningnya bagaimana aku dapat mengundang pipit tanpa mengajak serta siul yang ia lagukan sambil melirik lompat pada ayun ranting sepoian angin? aku mengunjungi ruang jism kualita-kualita itu adalah tempat dimana al-jamil menitip sedikit bayang wajahnya untuk menjadi zikir bagi siapa saja yang tamasya di dalamnya yang fana adalah kualita al-jamil juga suci seperti yang baqa mengapa membuangnya sedikitpun sedang ia dapat dikumpul satu-satu sebagai menghitung butiran tahlil yang fana adalah kualita ilahi dimana setiap ruang eksistennya al-malik al-kudduus selalu menyapa dengan mewangi senyum al-rahim melampaui kesturi dalam mimpi pezuhud segala puji lagi maha suci Allah yang menguasai bunyi dan gerak makassar, 02 februari 2008.