Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2009

kedip kecil kemuning

Gambar
cerpen hamdan Setiap kali cakrawala malam datang ketika gemintang sedang memainkan tarian kedipnya, aku seperti terjebak dalam penjara malam. Jerujinya terbuat dari senyawa baja kemuliaan dan cinta, sangat kokoh dan rapat menutupi lubang yang memungkinkan jiwaku dapat keluar. Selalu saja aku mendatangimu yang mewujud di keramaian cakrawala malam itu. Mencarimu di antara reramai kedip gemintang. Selalu saja aku yang sembunyi di balik pandang mata, kembali menatapmu bintang kecil kemuningku. Selalu saja aku harus memberi pandang lebih awal padamu. Lalu mungkin beberapa kesempatan kepada gemintang lainnya. Kedip mungilmu, cahaya senyummu, membuatku tak kuasa untuk sekejap saja berpaling memandang yang lain, apalagi mengeluarkanmu sedetik dari ingatan nuraniku. Ya, jerujinya sangat kokoh. Kini, senyawa itu tidak lagi menjadi jeruji, tetapi menjadi jajaran bidara yang teduh di dalam firdaus dan buahnya memandarkan kedipan cahaya hati. Ruang jeruji itu telah menjadi ruang surg...